Museum ogoh ogoh bali

Mengunjungi Museum Ogoh-ogoh di Mengwi, Bali!

Table of Contents

Bali merupakan sebuah pulau yang populer akan keindahan alamnya dan keberagaman budayanya yang sangat khas dan masih sangat kental, sungguh berbeda dengan kebudayaan lain. Beragam tradisi dan berbagai jenis kesenian ada di budaya Bali, kesenian tersebut antara lain seni musik, seni tari, dan seni rupa. Tradisinya yang beragam pun memiliki keunikan tersendiri di setiap tradisi tersebut. Hal ini berhubungan langsung dengan kehidupan para penduduk pulau Bali yang menganut ajaran agama Hindu. Perlu dicatat bahwa terdapat banyak perbedaan besar antara agama hindu di pulau Bali, atau yang kerap disebut dengan Hindu Dharma, dengan agama Hindu yang terdapat di negara lain. Perbedaan Tradisi tersebut lah yang menjadi keunikan tersendiri bagi tradisi yang ada di pulau Bali, contohnya tradisi yang cukup terkenal adalah tradisi Potong Gigi, tradisi Ngaben, dan tradisi kesenian Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh adalah sebuah karya seni patung dalam kebudayaan di Bali yang menggambarkan kepribadian sosok Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, sosok Bhuta Kala mempresentasikan kekuatan alam semesta (Bhu) dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung tersebut, Butha Kala akan digambarkan sebagai sosok yang besar dan sangat menyeramkan. Biasanya berwujud raksasa.

Selain berwujud raksasa, ogoh-ogoh juga sering dibuat dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Bumi, Surga, dan juga Neraka, seperti : beberapa hewan mitologi seperti naga dan garuda, bidadari, bahkan sosok dewa. Menurut fungsi utamanya, ogoh-ogoh berfungsi sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Raya Nyepi, dan diarak beramai-ramai oleh umat hindu mengelilingi desa pada sore hari pengerupukan atau tilem kesanga, sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Umumnya setelah Hari Raya Nyepi tersebut, ogoh-ogoh yang telah diarak pun dipralina (dileburkan) atau dibakar.

Baca  Tempat wisata yang ada di Sibolga, Sumatera Utara

Desa Mengwi merupakan salah satu desa wisata yang teletak di Kabupaten Badung, Bali. Di Desa Mengwi ini, kamu bisa menemukan museum yang dibuat khusus untuk mengoleksi Ogoh-ogoh terbaik yang dibuat oleh para sekehe truna di Bali. Museum ogoh-ogoh ini beralamat di Jalan Ayodya No. 1, tepatnya di sebelah pintu masuk menuju objek wisata Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

ogoh-ogoh

Awal mula adanya ide untuk membangun museum ogoh-ogoh ini adalah rasa peduli dan kecintaan seseorang bernama I Ketut Nuada terhadap karya seni ogoh-ogoh tersebut. Ia melihat banyak ogoh-ogoh yang bagus-bagus tercipta dari tangan pemuda-pemuda di pulau Bali, dimana setelah melakukan pawai pengarakan ogoh-ogoh, dilakukan pralina atau dibakar, bahkan ada yang ditelantarkan begitu saja di pinggir jalan. Pada saat itulah terbangun tekad I Ketut Nuada untuk membeli ogoh-ogoh bagus tersebut ketika sudah memiliki uang.

Sekitar pada tahun 2013, Ketut Nuada yang merupakan founder dari museum ogoh-ogoh ini, memiliki sedikit uang untuk membeli beberapa karya seni ogoh-ogoh, dan kebetulan pada saat itu banyak gedung-gedung kosong  di Desa Mengwi. Sehingga, saat itu terbesitlah ide untuk mulai mengkoleksi karya seni ogoh-ogoh dan membuka museum ogoh-ogoh yang diberikan nama “The Ogoh-ogoh Bali Museum”. Pada saat awal dibuka, Ketut Nuada mengkoleksi kurang lebih sekitar 20 ogoh-ogoh di museum tersebut. Dan hingga saat ini Ketut Nuada sudah mengkoleksi kurang lebih sekitar 30 ogoh-ogoh. Namun beberapa tahun sekali ogoh-ogoh tersebut diganti karena pastinya akan ada beberapa kerusakan di ogoh-ogoh tersebut sehingga harus diganti. Tidak sedikit pula koleksi ogoh-ogoh yang ada di museum ini adalah hasil sumbangan dari beberapa pencipta atau pemilik ogoh-ogoh.

Baca  Keseruan berwisata di Taman Kupu-kupu Tabanan, Bali

Terdapat bermacam-macam bentuk koleksi ogoh-ogoh di museum ini. Dari sosok raksasa hingga bentuk sosok para Dewa dengan memiliki cerita, filosofi, dan asal-usul sejarah tersendiri di setiap ogoh-ogoh tersebut. Ogoh-ogoh yang dikoleksi oleh Ketut Nuada berasal dari daerah sekitar Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Ketut Nuada belum bisa mengambil ogoh-ogoh keluar daerah, atau daerah yang jauh karena keterbatasan alat transportasi.

ogoh-ogoh

Museum ini sangat menarik untuk dikunjungi dan memiliki kesan yang sangat unik. Disana kamu bisa melihat bermacam-macam bentuk dan rupa ogoh-ogoh. Tentunya disana kamu bisa melakukan swafoto bersama deretan ogoh-ogoh terbaik yang ada di Bali. Disana juga terdapat cerita sinopsis setiap masing-masing ogoh-ogoh. Saat berwisata ke museum ogoh-ogoh ini, kamu bisa berkunjung ke pura Taman Ayun terlebih dahulu kemudian dilanjutkan mengunjungi museum ogoh-ogoh ini.

Jika kamu akan berkunjung ke museum ogoh-ogoh ini, kamu hanya akan dikenai donasi saja. Kamu bisa mengunjungi museum ogoh-ogoh ini kapan saja dengan menginformasikan terlebih dahulu tentang kunjungan kamu ke bapak I Ketut Nuada. Karena ia akan dengan senang hati menerima kunjungan, bahkan langsung menjelaskan mengenai cerita atau filosofi setiap ogoh-ogoh yang ada di sana.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi museum ogoh-ogoh ini?

 

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *