Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung

Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung

Table of Contents

Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung – Jika Anda penggemar makanan nusantara, jangan lewatkan makanan khas Lampung. Daerah yang terkenal dengan Taman Nasional Way Kambas ini memiliki makanan unik yang sayang untuk dilewatkan. Selain terkenal dengan oleh-oleh keripik pisangnya, ada baiknya juga mencoba makanan khas dari daerah tersebut. Berikut ini ulasan lengkap tentang makanan khas Lampung yang wajib untuk dicoba!

 

Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung

 

Ada banyak makanan khas Lampung yang wajib dicicipi ketika berkunjung ke sana, Berikut adalah Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung.

 

Seruit

 

Kalau berbicara tentang seruit, semua orang setuju bahwa makanan ini adalah makanan khas Lampung yang paling terkenal. Seruit sering disajikan dalam acara-acara besar, seperti acara pernikahan.

Seruit adalah makanan khas Lampung yang terdiri dari ikan yang digoreng atau dibakar, dicampur dengan sambal terasi, tempoyak, atau mangga. Biasanya ikan yang digunakan untuk seruit adalah ikan balide, baung, layis, atau ikan sungai lainnya. Cara pembuatannya cukup sederhana, lho!

Ikan yang telah dipilih, kemudian dibumbui dengan bawang putih, garam, dan kunyit. Setelah itu, ikan digoreng atau dibakar, dan ditambahkan sambal terasi yang dicampur dengan tempoyak. Nasi dan lalapan menjadi pelengkap seruit yang paling pas dan lezat untuk disantap.

Nama “seruit” berasal dari kata “nyeruit” yang berarti dilakukan bersama-sama. Nama ini mencerminkan nilai kebersamaan yang tinggi dalam masyarakat Lampung. Di daerah Lampung, seruit juga dikenal dengan nama pisro. Rasa pedas dan asam menjadi keunikan tersendiri dari makanan khas Lampung ini.

 

Baca  Rekomendasi Objek wisata yang ada di Nias, Sumatera Utara

Gulai Taboh

 

Makanan khas Lampung berikutnya yang wajib dicoba adalah gulai taboh. Makanan ini terbuat dari santan yang dimasak dengan ikan. Namun, tidak hanya ikan yang dimasukkan ke dalam gulai ini, tetapi juga rebung, kol, kacang panjang, dan kacang merah.

Jenis ikan yang biasa digunakan dalam gulai taboh adalah ikan tongkol atau ikan tuna. Rasanya mirip dengan sayur lodeh, namun lebih gurih dan berbumbu. Ada dua jenis gulai taboh yang terkenal di Lampung.

Pertama, gulai taboh menggunakan ikan laut yang ditambahkan dengan sayuran daun tangkil, kacang panjang, dan rebung. Kedua, gulai taboh dibuat dengan ikan sungai dan campuran tuba atau kluwek.

 

Tempoyak

 

Masih asing dengan istilah tempoyak atau tempoyang?

Secara garis besar, bisa dikatakan tempoyak adalah fermentasi buah durian yang dibuat menjadi semacam saus atau pelengkap makanan. Selain itu, sebenarnya bukan hanya Lampung, tempoyak juga biasa digunakan sebagai bumbu masakan di beberapa daerah lainnya, seperti Palembang, Jambi, dan lain-lain.

Proses pembuatan tempoyak diawali dengan pemeraman daging buah durian. Daging buah durian yang telah ditempatkan dalam wadah, kemudian ditambahkan garam atau ragi. Jumlah garam ini memengaruhi jenis tempoyak yang dihasilkan, apakah tempoyak asam atau tempoyak asin.

Untuk mempercepat proses fermentasi, tempoyak perlu dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau disimpan di dalam kulkas. Hasil dari proses fermentasi ini mengubah rasa alami bahan menjadi rasa khas tempoyak yang sedikit beraroma durian dan memiliki rasa yang agak asam. Setelah selesai difermentasi, tempoyak dapat ditambahkan dengan berbagai jenis ikan, seperti ikan teri, ikan mujair, ikan mas, dan lainnya.

 

Gabing

 

Sayur gabing, yang hampir punah dan jarang ditemui dalam hidangan sehari-hari, adalah salah satu makanan khas Lampung yang wajib dicoba. Sayur ini terbuat dari batang kelapa muda yang dipotong-potong, lalu dimasak dengan kuah santan dan bumbu-bumbu pelengkap lainnya. Rasa khas dari sayur gabing ini adalah manis alami, dan memiliki tekstur yang renyah seperti rebung.

Baca  Destinasi wisata yang terdapat di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara

Rasa gurih dari santan juga akan membuat lidah ketagihan dan tidak mau berhenti mengunyah. Uniknya, dulu sayur gabing sering menjadi menu harian masyarakat Lampung. Hal ini karena masyarakat setempat sering menebang pohon kelapa untuk memanfaatkan bagian pohonnya.

Akhirnya, kelapa muda banyak diolah menjadi makanan dan minuman segar. Sayur gabing tidak hanya lezat di lidah, tapi juga mengandung serat, fosfor, karbohidrat, dan kalium yang bermanfaat. Jadi, tertarik untuk mencoba makanan khas Lampung satu ini?

 

Pisro

 

Pisro adalah makanan yang terbuat dari ikan bakar. Biasanya, ikan yang digunakan adalah ikan tembakang atau ikan betok. Makanan khas Lampung ini memiliki citarasa gurih dengan daging ikan yang tebal dan padat.

Pisro dimasak dengan berbagai bumbu rempah yang nikmat, cabai merah untuk memberi rasa pedas, gula aren yang memberikan rasa manis, serta kuah yang kental sehingga sangat menggugah selera. Selain itu, pisro juga diberi tambahan sayuran sebagai pelengkap. Sangat lezat disantap bersama dengan nasi putih hangat!

 

Kue Sekubal

 

Makanan khas Lampung selanjutnya yang sebaiknya Anda coba saat berkunjung ke sana adalah kue sekubal. Kue basah ini terbuat dari tepung beras ketan dan santan yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian dimasak dengan cara dikukus.

Yang membuatnya unik, kue sekubal harus diolah selama 8-10 jam. Biasanya, kue ini disajikan bersama tape ketan atau bumbu rendang. Kue yang memiliki cita rasa gurih ini sering ditemukan saat perayaan hari besar seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

 

Demikianlah Kuliner khas yang wajib kamu cobain ketika berada di Lampung.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *